Tuesday 15 March 2016

Hukum-Hukum Dasar Statigrafi

Photobucket
Batuan sedimen, yang menyelimuti 75% permukaan bumi, punya satu ciri khusus yang bikin dia beda dari batu-batu lain: perlapisan. Studi geologi ke lapangan alias field trip sering bikin kita kelaparan.. habis lapisan-lapisan batuan sedimen yang ditemui, wah, banyaak sekali dan bermacam-macam, mirip jajan lapis legit! Cabang ilmu geologi yang khusus mempelajari perlapisan batuan adalah stratigrafi. Pada tahun 1669, dengan brilian Pak Steno merumuskan Laws of Stratigraphyhukum-hukum interpretasi lapisan batuan yang masih digunakan hingga detik ini. Ahli-ahli lain pun ikut menyempurnakan dan menambahi hukum-hukum stratigrafi sampai akhirnya menjadi rumusan yang lengkap. Apa saja sih hukum-hukumnya?

1. Hukum Superposisi (Law of Superposition)
Sebelum terkena gaya/perubahan, lapisan batuan yang di bawah lebih tua daripada lapisan yang di atas.

2. Hukum Horizontalitas Original (Law of Original Horizontality)
Sebelum terkena gaya/perubahan, sedimen terendapkan secara horizontal.

3. Hukum Kontinuitas Lateral (Law of Lateral Continuity)
Batuan sedimen melampar dalam area yang luas di permukaan bumi.

4. Hukum Hubungan Perpotongan (Cross Cutting Relationship)
Jika ada intrusi batuan beku atau sesar atau kekar memotong suatu perlapisan batuan, maka intrusi/sesar/kekar tersebut ada setelah lapisan batuan terbentuk.

5. Hukum Suksesi Fauna (Faunal Succession)
Fosil satu menggantikan fosil lain secara vertikal dalam urutan yang spesifik dan tepat, yang teramati
dalam area geografis yang luas.

6. Hukum Inklusi (Law of Inclusion)
Jika ada fragmen batuan yang terinklusi dalam suatu perlapisan batuan, maka perlapisan batuan itu terbentuk setelah fragmen batuan.

Tujuan utama semua hukum stratigrafi ini adalah penentuan umur relatif, yaitu untuk memperkirakan batuan mana yang terbentuk duluan dan batuan mana yang terbentuk terakhir.Kapan tepatnya batuan itu terbentuk? Inilah penentuan umur absolut. Ini bisa diketahui melalui metode penanggalan radiometri yang mengukur kadar radioaktif batuan sehingga dari situlah ditentukan “ulang tahun batuan” secara tepat.

No comments:

Post a Comment